Loading...
DHASAM.co id - Simalungun
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjoan milik PTPN IV Regional lI di kecamatan Ujung Padang, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, diduga jual Minyak Kotor (Miko), yang di simpan di dalam saluran pembuangan limbah belakang pabrik.
Sumber yang enggan namanya disebutkan oleh media ini menyebutkan, bahwa setiap harinya PKS tinjoan mengeluarkan miko untuk di simpan didalam saluran pembuangan limbah belakang PKS.
"Setiap hari pabrik kelapa sawit tinjoan keluarkan miko untuk di simpan dalam saluran limbah sebelum di jual, gak di masukkan kedalam kolam limbah," ungkap sumber, pada Jum'at (22/08/2025).
Ditegaskan sumber, bahwa di lingkungan pabrik kelapa sawit tinjoan saat ini diduga telah menjadi sarang terbesar mafia pengelolaan penjualan minyak kotor.
" Kalau dalam sebulan puluhan ton miko diambil dari parit saluran pembuangan limbah belakang pabrik. Udah ada gank mafianya orang dalam lingkungan PKS tinjoan yang mengatur keluar masuknya miko" ungkap sumber menegaskan.
Pantauan Dhasam.co id di lokasi belakang pabrik kelapa sawit tinjoan, pada Rabu (27/08/2025), tampak pipa besi dan dua parit saluran limbah sepanjang ratusan meter menuju kolam limbah. Salah satu saluran berisi minyak kotor yang di tutup rapat menggunakan seng. Selain itu, dilokasi itu juga terlihat adanya Posko yang dilengkapi dengan arus listrik tepat di sebelah saluran miko.
Miko atau minyak kotor adalah produk sampingan dari proses industri kelapa sawit yang juga dikenal sebagai Palm Acid Oil (PAO). Produk PAO berbentuk limbah cair berwarna coklat dengan kandungan asam lemak bebas (FFA) yang tinggi, serta mengandung minyak netral, kelembutan dan zat sisa lainnya. Miko dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, pakan ternak, bahan pembuat sabun, serta bahan pembuat asam lemak distilat dan biodiesel.
Sumber menyebutkan, mafia miko di PKS tinjoan sudah berjalan lama dan menjadi sumber pemasukan besar bagi gank mafia miko di lingkungan pabrik.
Sedangkan Maskep PKS tinjoan Taqwa Prayudi saat di konfirmasi via layanan WhatsApp pada, Rabu (27/08/2025) menyebutkan, bahwa minyak tersebut akan di kutip lagi menggunakan instalasi pengutipan yang ada di dalam kolam limbah.
" Maaf, bg baru balas....ini minyak mau di kutip lagi, bg...di kolam limbah memang ada instalasi untuk pengutipannya," balas Taqwa.
Menurut Maskep tinjoan, di dalam kolam limbah ada kolam pertama yang di namakan Deoiling Pond yang berfungsi untuk mengutip minyak.
" Itu gak di buang, bg...itulah namanya losis memang masih mengandung minyak, dan lama kelamaan terakumulasi, sehingga kita kutip lagi, itulah kenapa di kolam pertama limbah di pasang pompa untuk memompa balik minyak yang terakumulasi itu," ungkap Taqwa Prayudi menjelaskan.
Sementara Manajer PKS tinjoan Irpan Kristian Purba belum dapat dihubungi untuk dikonfirmasi, terkait dugaan adanya mafia penjualan miko didalam PKS tinjoan .
(Dharma Samosir)