• Loading...

Jalan Rigid Beton Di PTPN IV Regional II Unit Kebun Sei Kopas Rusak, Diduga Akibat Lemahnya Pengawasan

DHASAM.co id - Asahan

Jalan rigid beton di areal Afdeling 7 PTPN IV Regional II Unit Kebun Sei Kopas di kecamatan Pasir Mandoge, kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mengalami kerusakan signifikan hanya beberapa bulan setelah selesai dikerjakan akhir tahun 2025. Kerusakan itu memicu kecurigaan warga dan pekerja kebun terhadap kurangnya pengawasan dari manajemen setempat.

Proyek pembangunan jalan rigid beton sepanjang ratusan meter tersebut rampung pada akhir 2025 dengan anggaran mencapai ratusan juta rupiah dari dana perusahaan. Namun, baru beroperasi selama beberapa bulan permukaan jalan mulai retak-retak, mengelupas, bergelombang dan berlubang di beberapa titik strategis.

Menurut sumber di kalangan pekerja kebun yang enggan disebutkan namanya, kerusakan diduga disebabkan oleh kualitas material kurang standar dan kurangnya pengawasan saat pengerjaan.

" Padahal proyek ini diawasi kontraktor eksternal, tapi pengawasan dari Manager kebun sei kopas terkesan tutup mata. Tidak ada inspeksi rutin pasca pengerjaan," ungkap salah seorang pekerja kepada awak media ini pada, Kamis (26/03/2026).

Kerusakan bangunan jalan rigid beton di PTPN IV sei kopas tersebut menambah panjang daftar proyek infrastruktur perkebunan yang bermasalah di wilayah sumatera utara. Masyarakat setempat mendesak agar ada transparansi anggaran dan sanksi tegas bagi pihak yang lalai, agar kejadian serupa tidak terulang.

Management PTPN IV sei kopas belum dapat dikonfirmasi terkait proyek jalan rigid beton di afdeling 7. Hingga berita ini diturunkan, usaha klarifikasi melalui sumber resmi perusahaan maupun saluran komunikasi resmi belum membuahkan respon resmi.

Upaya konfirmasi kepada pihak manajemen PTPN IV sei kopas hingga kini belum memberikan pernyataan maupun komentar resmi mengenai kerusakan jalan rigid beton rusak di afdeling 7. Beberapa sumber di lapangan mengaku telah menghubungi pihak manager dan staf terkait, namun belum mendapat jawaban yang jelas soal temuan kerusakan, dugaan kurangnya pengawasan, maupun rencana perbaikan.

Implikasi terhadap kredibilitas pengawasan dan ketidak tersediaan pernyataan resmi dari manajemen, menambah kuatnya dugaan masyarakat terhadap lemahnya proses pengawasan proyek jalan rigid beton di afdeling 7 sei kopas.

(Tim Red)

Iklan