Loading...
DHASAM.co id - Simalungun
Ratusan hektare tanaman belum menghasilkan (TBM) sawit milik PTPN IV Regional II Sumatera Utara dikabarkan berada dalam kondisi memprihatinkan, terlantar dan seperti tidak mendapatkan perawatan yang sesuai Standar Operasinal Perusahaan (SOP). Kondisi itu terlihat jelas di areal Afdeling 4, Unit Kebun Bah Jambi, di mana gulma tumbuh lebat mengelilingi tanaman.
Kondisi tanaman yang terabaikan tersebut seolah tidak menjadi perhatian serius bagi Manajer unit kebun Bah Jambi, Budi Darmawan. Sesuai pantauan di lapangan dan informasi yang dihimpun Dhasam.co id pada, Rabu (13/05/2026), manajer yang memegang kendali penuh atas operasional kebun itu terkesan menutup matanya dan mengabaikan fakta buruk yang ada di wilayah kerjanya.
Padahal, tanaman pada fase belum menghasilkan merupakan investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan produksi perusahaan. Apalagi, dampak langsung tidak dirawatnya tanaman tersebut sudah terlihat nyata, yaitu kerdilnya pertumbuhan fisik tanaman yang berujung pada keterlambatan masa panen. Akibat kelalaian pemeliharaan tanaman sawit di afdeling 4 dipastikan lebih lama berproduksi dibandingkan jadwal yang seharusnya ditargetkan.
Kelambatan masuknya masa produksi tentu membawa dampak kerugian finansial yang besar bagi perusahaan. Setiap keterlambatan menghasilkan buah berarti hilangnya potensi pendapatan yang seharusnya bisa diperoleh, di samping risiko penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen di masa mendatang akibat pertumbuhan tidak maksimal sejak dini.
Sebelumnya media ini telah mempertanyakan komitmen dan kinerja Budi Darmawan dalam memimpin unit kebun Bah Jambi. Sebagai penanggung jawab penuh atas seluruh aset dan kegiatan operasional, manajer mestinya memastikan setiap areal terkelola dengan baik, mengawasi jalannya pemeliharaan, dan segera mengambil langkah perbaikan jika ditemukan ketidak sesuaian di lapangan. Sikap membiarkan kondisi TBM terbengkalai dinilai sebagai bentuk kelalaian tugas yang merugikan perusahaan negara.
Sebelumnya beberapa pihak yang berpengetahuan tentang kondisi lapangan bersama media ini menyebutkan, bahwa laporan maupun masukan terkait kondisi di afdeling 4 sudah disampaikan, namun tidak ditindaklanjuti. Sikap abai dan seolah tidak ingin tahu yang ditunjukkan manajer semakin memperburuk keadaan dilapangan, hingga memunculkan adanya dugaan korupsi pada anggaran perawatan tanaman di lokasi itu.
Situasi tersebut terkesan semakin menguatkan dugaan lemahnya pengawasan dan manajemen di tingkat unit kebun. Kelalaian yang berlanjut ini dikhawatirkan bukan hanya merugikan aset, tetapi juga akan mencoreng nama baik manajemen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan usaha.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan atau tanggapan resmi dari Budi Darmawan terkait kondisi TBM sawit afdeling 4 yang seperti terlantar. Perlu segera dilakukan langkah pemulihan agar kerugian yang lebih besar dapat dicegah, dan tidak ada lagi pimpinan yang mengabaikan tanggung jawab besarnya terhadap aset milik negara.
(Tim Red)