Loading...
DHASAM.co id - Simalungun
Masyarakat di Desa/Nagori Sei Torop, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, memberikan penilaian tajam terhadap pelaksanaan penggerebekan sarang dugaan pengedar dan pengguna narkoba pada, Kamis (14/05/2026) sekira pukul 15.00 Wib. Warga menilai tindakan penggerebekan di salah satu rumah di Dusun/Huta 1 sei torop itu terkesan hanya formalitas belaka dan tidak menunjukkan keseriusan pemberantasan peredaran barang haram di wilayah mereka.
Kekecewaan warga semakin menguat karena penggerebekan yang seharusnya dilakukan pada dini hari untuk memastikan keberhasilan, justru dilaksanakan pada sore hari saat suasana masih terang. Hingga memicu berbagai dugaan yang menekan dan menyoroti pihak kepolisian, di mana banyak warga meyakini bahwa sebelum tindakan dilakukan, aparat telah memberikan kode atau petunjuk terlebih dahulu kepada para pengguna narkoba yang berada di dalam rumah sasaran.
Dugaan adanya pemberitahuan sebelumnya itu semakin menguat mengingat tidak ada penangkapan yang berarti atau temuan barang bukti yang signifikan dalam operasi penggerebekan. Warga menduga para pelaku sudah lebih dulu menyingkirkan barang bukti dan meninggalkan lokasi setelah mendapat isyarat dari pihak yang seharusnya bertindak tegas dan tertutup dalam setiap operasi penegakan hukum.
Meskipun Kepala Desa atau Pangulu Sei Torop, Azhar SH turut hadir dan menyaksikan langsung jalannya penggerebekan, kehadiran tokoh masyarakat itu ternyata tidak mampu menghapus keraguan yang tumbuh di kalangan warga. Banyak warga tetap berpendapat bahwa operasi itu hanyalah seremonial belaka, semata-mata untuk memenuhi prosedur tanpa adanya niat sungguh - sungguh untuk menindak tegas para pelaku.
Pilihan waktu pelaksanaan pada sore hari menjadi salah satu alasan utama mengapa warga menilai operasi tersebut tidak serius. Menurut pengamatan warga, operasi penindakan narkoba yang efektif umumnya dilakukan pada dini hari ketika pelaku sedang lengah. Keputusan aparat melakukan penggerebekan saat siang menjelang sore semakin memperkuat tuduhan yang menekan dan menyoroti pihak kepolisian terkait dugaan kelalaian atau bahkan keterlibatan tidak wajar.
Warga kian merasa kecewa karena selama ini mereka sangat berharap aparat kepolisian dapat bertindak tegas dan bersih dari praktik yang merugikan upaya pemberantasan narkoba di desa mereka. Alih-alih memberikan dampak jera, penggerebekan yang dinilai tidak wajar itu justru menimbulkan kecurigaan mendalam bahwa masih ada hubungan yang tidak sehat antara sebagian oknum kepolisian dengan para pengedar narkoba yang seharusnya menjadi sasaran utama penindakan.
Suara ketidak puasan itu kian mulai terdengar keras di berbagai pertemuan warga, di mana masyarakat menuntut adanya penjelasan yang transparan dari pihak kepolisian atas pelaksanaan operasi tersebut. Warga berharap agar aparat polsek bosar maligas dapat membuktikan bahwa tindakan yang dilakukan benar - benar murni penegakan hukum, bukan sekadar pertunjukan yang justru merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polsek bosar maligas terkait tuduhan dan penilaian yang berkembang di tengah masyarakat sei torop. Warga pun berharap agar ke depannya setiap operasi yang dilakukan dapat berjalan secara profesional, tertutup, dan benar - benar menindak tegas para pelaku, aga tidak lagi menimbulkan pandangan yang menekan dan menyoroti pihak kepolisian serta dapat memulihkan kembali kepercayaan masyarakat yang mulai luntur.
(Dharma Samosir)