Loading...
DHASAM.co id - Batu Bara
Pimpinan Redaksi Dhasam.co.id, Surya Dharma Samosir, kembali menyampaikan kritik tajam terhadap penggunaan anggaran perjalanan dinas DPRD Batu Bara. Menurutnya, alokasi dan realisasi anggaran tersebut masih menunjukkan pola pemborosan, padahal Presiden Prabowo Subianto secara tegas telah memerintahkan efisiensi belanja negara dan daerah sejak januari 2025.
Dikatakan Surya Dharma, kebijakan efisiensi yang tertuang dalam Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025 mewajibkan seluruh lembaga, termasuk DPRD di daerah, memangkas belanja non-prioritas terutama perjalanan dinas hingga 50 persen guna menghemat lebih dari Rp. 20 triliun secara nasional. Namun di Batu Bara, praktik yang terjadi justru sebaliknya.
"Anggaran perjalanan dinas DPRD Batu Bara masih terlalu besar dan belum menunjukkan adanya upaya penghematan yang nyata. Ini jelas pemborosan uang rakyat, padahal Presiden sudah memberi contoh dan instruksi yang sangat jelas sejak awal tahun 2025," ungkap Surya Dharma pada, Senin (25/05/ 2026).
Ia menambahkan, anggaran perjalanan dinas seharusnya hanya digunakan untuk kegiatan yang benar-benar mendesak, produktif dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah, bukan untuk kegiatan yang bersifat seremonial dan kunjungan tidak penting atau studi banding yang tidak memberikan hasil nyata.
"Kita semua tahu, anggaran daerah berasal dari uang rakyat. Setiap rupiah yang dihabiskan harus bisa di pertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya untuk kenyamanan dan kepentingan pejabat serta anggota dewan saja," sebutnya.
Sebelumnya, diketahui anggaran perjalanan dinas DPRD Batu Bara tahun 2025 mencapai Rp.24 miliar lebih, dan sempat direncanakan dipotong 50 persen sesuai instruksi pusat. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan indikasi bahwa pemotongan itu belum berjalan maksimal dan masih banyak pengeluaran yang tidak sesuai prinsip efisiensi.
Surya Dharma berharap, DPRD Batu dan pemerintah daerah Batu Bara segera mengevaluasi kembali penggunaan anggaran perjalanan dinas, mematuhi instruksi Presiden, dan mengalihkan dana yang dihemat untuk kebutuhan mendesak masyarakat seperti peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.
"Jangan sampai kebijakan efisiensi hanya jadi wacana di atas kertas, tapi dalam praktiknya masih berjalan seperti biasa. Rakyat sedang mengawasi, dan transparansi serta akuntabilitas adalah kewajiban kita semua," tandasnya.
Sekretariat DPRD Batu Bara mengatakan telah melakukan pengurangan biaya perjalanan dinas tahun 2026 sebesar 4 milyar. Sementara ketua DPRD Batu Bara M. Safi i S.H. masih bungkam saat akan dikonfirmasi oleh media ini.
(Tim Red)